Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, sukses menyelenggarakan kegiatan International Community Services on Herbal Plants 2025. Agenda ini digelar pada Senin, 25 Agustus 2025 di Desa Sukahurip, Tasikmalaya
Program ini ini juga merupakan hasil kerja sama Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia. Dengan tema “Utilization of Herbal Plants for Health, Pharmaceutical Industry, or Community Empowerment”, ICS menjadi ruang perjumpaan lintas negara yang menghadirkan ilmu, praktik, sekaligus harapan baru bagi masyarakat pedesaan.
Sebanyak 50 peserta, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga warga setempat, mengikuti kegiatan dengan antusias. Dua pakar internasional hadir memberi pencerahan.
Dr. Zalina binti Zahari (UniSZA) mengupas khasiat herbal dalam pengobatan tradisional maupun modern. Ia menegaskan bahwa warisan leluhur berupa ramuan alami sejalan dengan tren global back to nature.
Sementara itu, Prof. Mokhairi bin Makhtar membawa perspektif unik: keterkaitan riset herbal dengan Artificial Intelligence (AI) di bidang medis. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat mempercepat identifikasi senyawa aktif dalam tanaman dan mendukung inovasi farmasi berbasis herbal.
Diskusi pun hidup. Peserta desa bertanya tentang cara budidaya berkelanjutan, mahasiswa menggali peluang riset, sementara dosen menyoroti potensi ekonomi dari produk herbal yang diolah secara tepat.
Ketua KKUI UMTAS, Dr. Aceng Sambas, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis memperluas kontribusi kampus di tingkat global. “Sinergi lintas negara seperti ini membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya milik akademisi, tetapi juga harus sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., menambahkan bahwa ICS on Herbal Plants adalah momentum penting. “Inilah peran nyata perguruan tinggi Muhammadiyah di kancah global. Harapannya kegiatan seperti ini berlanjut, memberi manfaat luas sekaligus menguatkan posisi UMTAS sebagai universitas berdaya saing internasional,” katanya.
Bagi warga Desa Sukahurip, ICS bukan sekadar penyuluhan, melainkan peluang. Mereka mendapat pengetahuan baru tentang pemanfaatan herbal, teknik pengolahan bernilai tambah, hingga ide menjadikannya produk UMKM yang bisa menopang ekonomi keluarga.
Bagi UMTAS dan UniSZA, kegiatan ini meneguhkan komitmen perguruan tinggi untuk membangun masyarakat, memperkuat riset, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
ICS on Herbal Plants 2025 pun menutup rangkaian kegiatannya dengan satu pesan inspiratif. “Ilmu dan pengabdian harus berjalan beriringan, menembus batas negara, demi kebermanfaatan bagi umat”.
Be the first to comment