UM Maluku Cetak Sejarah, Gelar Wisuda Perdana Angkatan I

UM Maluku Cetak Sejarah, Gelar Wisuda Perdana Angkatan I
UM Maluku Cetak Sejarah, Gelar Wisuda Perdana Angkatan I, Kamis (30/4).

WARTAPTM.ID, AMBON – Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) mencatat tonggak penting dalam perjalanan institusinya dengan menggelar wisuda perdana Angkatan I Tahun 2026. Sebanyak 49 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Kamis (30/4/2026).

Momentum ini menjadi penanda eksistensi UM Maluku sebagai perguruan tinggi yang relatif muda, namun progresif dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Rektor Faris Al Fadhat menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sejak kampus berdiri pada 2020.

“Keberadaan UM Maluku bukan hanya hasil kerja internal, tetapi juga dukungan masyarakat, pemerintah, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Kami juga menghormati para perintis yang telah meletakkan fondasi kampus ini,” ujarnya.

“Kami juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para perintis yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi kampus ini.”

Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian para lulusan. Integritas, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Kelulusan adalah gerbang awal perjuangan. Jagalah integritas sebagai kunci untuk mengangkat derajat di tengah tantangan zaman,” pesannya kepada wisudawan.

Wisuda Perdana Angkatan I

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan perkembangan institusi, termasuk penambahan program studi baru yang semakin memperkuat posisi UM Maluku.

“Tahun 2026 ini, Alhamdulillah telah disetujui empat program studi baru,” ungkapnya.

Empat program tersebut meliputi Administrasi Kesehatan, Hukum Bisnis, Bisnis Digital, dan Perencanaan Wilayah. Sementara itu, tiga program studi lain masih dalam proses penilaian, yaitu Teknik Informatika, Pendidikan Olahraga, dan Gizi.

Jika seluruh proses berjalan lancar, UM Maluku menargetkan memiliki total 13 program studi dalam waktu dekat.

Selain penguatan akademik, pengembangan infrastruktur juga menjadi prioritas. Kampus terpadu direncanakan mulai dibangun tahun ini.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar rencana ini dapat terwujud,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Mohammad Adam Jerusalem dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai dan tanggung jawab yang melekat pada identitas Muhammadiyah.

“Jadilah pengelola yang berkemajuan dan jangan lelah memajukan institusi. Dengan memajukan UM Maluku, kita turut berkontribusi dalam memajukan kehidupan bangsa. Karena itu, seluruh elemen kampus harus terus bergerak progresif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Saiful Deni, menyoroti pentingnya kesiapan lulusan menghadapi era disrupsi. Ia menekankan tiga hal utama yang perlu dimiliki lulusan, yakni kemampuan belajar sepanjang hayat, kecakapan memecahkan masalah, serta karakter yang kuat.

Dari unsur pemerintah daerah, Hendrik Lewerissa mendorong lulusan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia mencontohkan peluang besar dari proyek nasional di Maluku yang membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia lokal.
“Saya berharap lulusan UM Maluku tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil bagian dalam pembangunan dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.

Sebagai penguatan identitas, prosesi wisuda juga dirangkaikan dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah secara simbolis oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku kepada para lulusan. Langkah ini menegaskan peran alumni sebagai bagian dari kader Muhammadiyah yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Wisuda perdana ini turut dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, perguruan tinggi, serta keluarga wisudawan, yang menambah suasana haru dan kebanggaan.

Melalui momentum ini, UM Maluku optimistis para lulusan Angkatan I dapat menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan masyarakat global.

Be the first to comment

Leave a Reply