WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammad Ihsan, memperluas pengalaman akademik internasional melalui 2026 Summer Program I & II: Traditional Chinese Medicine (TCM) di National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), Taiwan.
Program yang diselenggarakan School of Chinese Medicine dan Institute of Traditional Medicine NYCU tersebut berlangsung selama dua pekan, 29 Juni–10 Juli 2026. Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok sekaligus memahami keterkaitannya dengan sains biomedis modern berbasis bukti dan teknologi kecerdasan buatan.
Keikutsertaan Ihsan menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif akademiknya, khususnya dalam menghubungkan keilmuan farmasi bahan alam dengan pendekatan pengobatan tradisional yang terus dikaji melalui penelitian ilmiah.
Selama program, peserta mempelajari sejumlah materi dasar dan praktik TCM, mulai dari teori 12 meridian, akupunktur, moksibusi, obat herbal, diagnosis nadi, hingga terapi tradisional seperti bekam dan Tuina.
“Materi yang dipelajari mencakup teori dasar TCM, sistem dua belas meridian, akupunktur, moksibusi, obat herbal, diagnosis nadi, hingga terapi tradisional seperti bekam dan Tuina,” jelas Ihsan.
Belajar TCM dari Kelas hingga Fasilitas Riset
Rangkaian program tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengunjungi sejumlah institusi yang berkaitan dengan penelitian, pengembangan, dan penerapan pengobatan tradisional.
Salah satunya melalui kunjungan ke National Research Institute of Chinese Medicine (NRICM). Di lembaga tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai penelitian obat tradisional dan bahan alam.
Peserta juga mengunjungi Keda Pharmaceutical Co. di Taoyuan untuk melihat secara langsung proses pengembangan dan manufaktur produk farmasi.
Pengalaman lain diperoleh melalui kunjungan ke Departemen Pengobatan Tradisional Taipei Veterans General Hospital. Dalam kunjungan tersebut, peserta mengamati penerapan pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan sekaligus integrasinya dengan pengobatan konvensional di lingkungan rumah sakit.
“Pengalaman lainnya diperoleh melalui kunjungan ke Departemen Pengobatan Tradisional Taipei Veterans General Hospital. Dalam kunjungan tersebut, peserta mengamati penerapan pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan serta integrasinya dengan pengobatan konvensional di lingkungan rumah sakit,” ujar Ihsan.
Pada pekan pertama, program diawali dengan Opening Ceremony dan perkuliahan History and Classics of TCM oleh Prof. Yi-Tsau Huang. Peserta kemudian mempelajari Tai Chi Quan berbasis bukti, teori meridian, praktik dasar akupunktur, serta karakteristik obat herbal berdasarkan konsep Four Qi, Five Flavors, dan Twelve Meridians.
Pembelajaran juga mencakup teori Body Constitution, praktik Pulse Diagnosis, terapi bekam, dan identifikasi obat herbal. Pekan pertama ditutup dengan presentasi kelompok tahap awal dan Farewell Lunch.
Memasuki pekan kedua, materi diarahkan pada penerapan sekaligus eksplorasi aspek ilmiah TCM. Peserta mempelajari bukti ilmiah akupunktur, melakukan pengamatan klinis dan praktik akupunktur, serta mengikuti latihan Qigong Baduanjin.
Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai terapi manual Tuina, diagnosis ilmiah dalam TCM, serta penerapan nutrisi dan pola makan dalam pengobatan tradisional.
Materi kemudian berkembang pada isu Integrative Medicine: East-West Research, penelitian dan pengembangan polisakarida herbal, serta riset formulasi herbal NRICM-101 untuk COVID-19.
Seluruh rangkaian program ditutup dengan Final Group Presentation, penyerahan sertifikat, dan Closing Ceremony pada 10 Juli 2026.
Bagi Ihsan, pengalaman mengikuti program internasional tersebut memberikan perspektif baru mengenai pengembangan obat berbahan alam dan pengobatan tradisional.
Interaksi dengan akademisi serta peserta dari berbagai negara juga membuka kesempatan untuk memahami bagaimana pengetahuan tradisional dapat dikaji melalui pendekatan ilmiah dan dikembangkan sejalan dengan kemajuan biomedis.
Bagi mahasiswa Farmasi UAD, pengalaman Ihsan di NYCU diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan riset bahan alam sekaligus melihat peluang integrasi antara pengetahuan pengobatan tradisional dan sains modern.
Be the first to comment