WARTAPTM.ID, SURAKARTA – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Al Kindi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan prestasi internasional dengan meraih dua Gold Medal dalam Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival (MCE ICF) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19–23 Agustus 2026.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi Voca Al Kindi karena untuk pertama kalinya mereka tampil dalam kompetisi paduan suara internasional di luar negeri. Sebelumnya, Voca Al Kindi telah mengikuti sejumlah kompetisi internasional yang diselenggarakan di Indonesia.
Voca Al Kindi mengikuti dua kategori. Pada 20 Agustus, mereka tampil dalam Mixed Youth Category dengan membawakan Sahut Namaku dan Double, Double Toil and Trouble.
Sehari berikutnya, Voca Al Kindi kembali berkompetisi pada Folk and Indigenous Music Category dengan membawakan Mana Lolo Banda dan Yamko Rambe Yamko. Dari kedua kategori tersebut, Voca Al Kindi berhasil meraih Gold Medal.
Ketua Umum PSM Voca Al Kindi UMS, Gilang Ramadhan, menyebut keikutsertaan di Malaysia menjadi tonggak baru bagi perjalanan kelompok paduan suara tersebut.
“Tahun ini merupakan tahun yang bersejarah bagi kami, karena kali pertama PSM Voca Al Kindi melaju ke panggung internasional di luar negeri,” ujar Gilang, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Persiapan telah dimulai sejak awal periode kepengurusan, mulai dari pembahasan keikutsertaan, registrasi, pembentukan tim, hingga persiapan teknis kompetisi.
Para anggota kemudian menjalani latihan intensif selama kurang lebih enam bulan. Latihan rutin berlangsung Senin hingga Jumat pukul 18.00–22.00 WIB. Intensitas latihan juga ditambah pada Sabtu dan beberapa kali pada Minggu, mulai pagi hingga sore.
Kontingen Voca Al Kindi terdiri atas 42 orang. Sebanyak 40 di antaranya merupakan penyanyi yang terdiri atas 14 sopran, 9 alto, 7 tenor, dan 10 bass. Kontingen tersebut turut didampingi seorang pelatih sekaligus conductor serta seorang pembina.
MCE International Choral Festival mempertemukan sekitar 200 tim paduan suara dari berbagai negara di Asia dan Eropa. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi antara lain Malaysia, Indonesia, Tiongkok, Thailand, Singapura, Filipina, Rusia, Kosovo, dan Hong Kong.
Bagi Voca Al Kindi, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga ruang belajar dengan bertemu kelompok paduan suara dari berbagai negara.
Gilang mengatakan, pengalaman tersebut membuka perspektif baru bagi para anggota mengenai kualitas dan perkembangan paduan suara di tingkat internasional.
“Tahun ini menjadi tonggak Al Kindi untuk bisa membuka lembaran baru lagi ke proses yang lebih besar, lebih megah, dan lebih menantang karena bertemu dengan paduan suara hebat dari negara-negara lain,” katanya.
Voca Al Kindi juga memperoleh apresiasi dan rekomendasi dari dewan juri dalam sesi meet the jury. Masukan tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi tim untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.
Perjalanan menuju kompetisi internasional tersebut juga diwarnai tantangan pendanaan. Besarnya kebutuhan biaya membuat Voca Al Kindi melakukan berbagai upaya untuk mendukung keberangkatan tim.
Upaya tersebut dilakukan melalui pencarian sponsor, penggalangan dana, kegiatan dana usaha, serta berbagai bentuk pendanaan lainnya.
“Banyak usaha yang dilakukan seperti sponsor, galang dana, danusan, ataupun bentuk lainnya,” jelas Gilang.
Dalam pelaksanaan kompetisi di Malaysia, pembina juga berperan penting dalam mendampingi kontingen. Voca Al Kindi berangkat tanpa tim official khusus sehingga kehadiran pembina membantu tim menghadapi berbagai kebutuhan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dosen pembimbing PSM Voca Al Kindi UMS, Nurhidayat, mengapresiasi capaian tersebut. Ia berharap pengalaman internasional ini menjadi pemacu bagi para anggota untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih serius.
“Kalian harus lebih giat lagi karena Al Kindi sudah sejauh ini, sudah membawa nama Al Kindi di panggung internasional sampai ke Malaysia,” ujarnya.
Bagi Voca Al Kindi, dua Gold Medal tersebut bukan menjadi akhir perjalanan. Capaian di Malaysia justru diharapkan menjadi pijakan untuk membuka peluang dan tantangan baru di tingkat internasional.
Gilang mengatakan, keberhasilan tampil di luar negeri telah mewujudkan salah satu mimpi Voca Al Kindi. Namun, capaian tersebut harus menjadi energi untuk melangkah lebih jauh.
“Mimpi Al Kindi sudah terwujud, tapi tidak cukup sampai di sini saja. Harapannya, dua gold medal di kompetisi internasional kali ini yang ada di luar negeri bisa terus memotivasi Al Kindi untuk terus melangkah lebih jauh lagi,” tuturnya.
Be the first to comment