Dosen UMSB Raih Hibah Riset, Kembangkan Metode Penentuan Benih Padi Unggul

Dosen UMSB Raih Hibah Riset, Kembangkan Metode Penentuan Benih Padi Unggul
Dr. Wedy Nasrul, M.Si - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat.

WARTAPTM.ID, AGAM — Komitmen penguatan riset terapan kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB). Salah satu dosen Fakultas Pertanian, Wedy Nasrul, berhasil memperoleh hibah penelitian untuk mengembangkan metode penentuan benih padi unggul berbasis pendekatan ilmiah.

Penelitian yang mengangkat judul analisis penentuan benih padi terbaik di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam ini melibatkan kolaborasi lintas akademik. Dalam pelaksanaannya, Wedy didampingi Zulmardi serta mahasiswa Reni Siska sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset di lingkungan kampus.

Menjawab Tantangan Produksi Padi

Menurut Wedy, riset ini dilatarbelakangi oleh tantangan nyata di sektor pertanian, khususnya tren penurunan produksi padi baik secara nasional maupun regional.

“Produksi padi nasional pada 2024 tercatat menurun sekitar 1,32 juta ton atau 2,45 persen. Di Sumatera Barat, penurunannya bahkan mencapai sekitar 8,80 persen,” jelasnya.

Sebagai salah satu daerah lumbung padi, Kabupaten Agam memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan. Namun, peningkatan produksi yang terjadi dinilai masih belum signifikan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dalam pengelolaan benih.

Ia mengungkapkan, persoalan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan benih, tetapi juga pada kualitas serta kesesuaian dengan kebutuhan petani.

Penggunaan benih bersertifikat yang belum optimal, serta terbatasnya varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan dan preferensi pasar, menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, banyak petani tetap mempertahankan varietas lokal karena dianggap lebih adaptif dan memiliki nilai ekonomi.

Pendekatan Ilmiah

Melalui riset ini, tim peneliti berupaya mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menjadi pertimbangan petani dalam memilih benih padi. Tidak hanya itu, penelitian juga memetakan proses pengambilan keputusan serta menentukan varietas yang paling potensial untuk direkomendasikan.

Metode yang digunakan mengombinasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Multi Factor Evaluation Process (MFEP).

Pendekatan AHP dimanfaatkan untuk menentukan bobot masing-masing kriteria, sementara MFEP digunakan untuk melakukan penilaian dan pemeringkatan varietas benih.

Adapun indikator yang digunakan mencakup potensi hasil produksi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, umur tanaman, serta preferensi pasar.

“Penelitian ini dilakukan di Tilatang Kamang sebagai salah satu sentra produksi padi di Sumatera Barat,” tambahnya.

Riset ini tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata. Beberapa luaran yang ditargetkan antara lain rekomendasi kebijakan pemilihan benih, publikasi di jurnal internasional bereputasi seperti Journal of Tekirdag Agricultural Faculty, penyusunan tesis, hingga pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Saat ini, tingkat kesiapan teknologi penelitian berada pada level awal dan ditargetkan meningkat seiring pengembangan lebih lanjut.

Melalui penelitian ini, UMSB menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi.

Diharapkan, hasil riset tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi petani dalam menentukan benih yang tepat, sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*