WARTAPTM.ID, MAGELANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Ramah Difabel (Forda) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Kelas Bahasa Isyarat di Aula Kelurahan Kramat Selatan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal Program Kelurahan Binaan Forda dalam mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Program tersebut melibatkan perangkat kelurahan dan Forum Anak Kramat Selatan sebagai bagian dari upaya kolaboratif membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya komunikasi yang ramah difabel.
Ketua pelaksana kegiatan, Novia Khoirun Nisa, menyampaikan bahwa kelas bahasa isyarat merupakan rangkaian awal dari program yang telah dipersiapkan sejak awal Juni melalui koordinasi internal dan pendekatan kepada masyarakat.
“Program ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan teman-teman Tuli di lingkungan UNIMMA sebagai fasilitator. Peserta diperkenalkan pada dasar-dasar bahasa isyarat, mulai dari alfabet jari hingga ungkapan sederhana yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Pembelajaran dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Lurah Kramat Selatan, Bayu Saputro, mengapresiasi inisiatif Forda UNIMMA dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang mendorong tumbuhnya nilai inklusi di masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi semua,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, yang ditandai dengan keaktifan dalam mengikuti materi dan praktik. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelajaran bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi inklusif.
Melalui Program Kelurahan Binaan, Forda UNIMMA berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan pendampingan masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang inklusif, setara, dan berkeadilan sosial.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Be the first to comment