WARTAPTM.ID, TASIKMALAYA — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian berskala internasional. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan International Community Services Program 2026 yang mengangkat tema pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi kerajinan serat mendong untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 April 2026 di sentra UMKM tenun mendong Manonjaya ini merupakan bagian dari program student mobility inbound yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan inovasi dan pengembangan potensi lokal.
Program ini diikuti oleh lima mahasiswa UniSZA bersama dua dosen pendamping, yakni Dr. Sabariah binti Abbas dan Dr. Hasni Binti Hasan. Kehadiran peserta internasional tersebut tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga memperkuat pertukaran pengetahuan lintas negara.
Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada pelatihan dan praktik langsung pembuatan kerajinan berbahan serat mendong, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Tasikmalaya. Peserta diperkenalkan pada seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pewarnaan, pembuatan benang atau anyaman, hingga tahap finishing produk.
Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengolah bahan lokal menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah ekonomi dan daya saing di pasar.
Rektor UMTAS menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi internasional.
“Program ini menjadi wujud integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam skala global. Kami berharap inovasi berbasis potensi lokal seperti serat mendong dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) UMTAS, Dr. Aceng Sambas, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian strategis dalam memperkuat internasionalisasi kampus.
“Kolaborasi ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Hal ini penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui International Community Services Program 2026, UMTAS menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata.
Selain memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama internasional serta meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.
Be the first to comment