WARTAPTM.ID, MALANG – Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram (FAPERTA UMMAT), Karyanik, S.T., M.T., IPM., meraih predikat Cumlaude sekaligus Lulusan Terbaik I Program Studi Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Capaian tersebut ditetapkan dalam Yudisium dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur Fakultas Teknik UMM yang berlangsung di Malang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan akhir bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan profesi insinyur.
Karyanik menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kompetensi, terutama dalam mendukung tugas akademik dan kelembagaan di FAPERTA UMMAT.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat menyelesaikan Program Studi Profesi Insinyur dengan predikat Cumlaude sekaligus meraih penghargaan sebagai Lulusan Terbaik I. Capaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi,” ujar Karyanik.
Selain menjadi pencapaian akademik, pendidikan profesi insinyur menurut Karyanik memberikan penguatan terhadap kemampuan profesional dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
“Bagi saya, pendidikan profesi insinyur bukan sekadar memperoleh gelar, tetapi juga proses untuk memperkuat kompetensi, tanggung jawab, dan etika dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Sebagai pimpinan di lingkungan FAPERTA UMMAT, tambahan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugasnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karyanik juga melihat kompetensi keteknikan memiliki keterkaitan dengan pengembangan bidang pertanian, khususnya dalam penerapan teknologi yang tepat guna dan berkelanjutan.
“Kompetensi yang saya peroleh selama menempuh pendidikan profesi insinyur diharapkan dapat saya terapkan dalam mendukung pengembangan bidang pertanian, khususnya melalui penerapan teknologi yang tepat guna dan berkelanjutan,” tuturnya.
Pendidikan profesi insinyur juga menjadi ruang bagi Karyanik untuk memperluas kapasitas profesional di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis. Pengambilan sumpah profesi dalam rangkaian yudisium tersebut sekaligus menegaskan tanggung jawab seorang insinyur untuk menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.
“Sumpah profesi mengingatkan saya bahwa seorang insinyur tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus menjunjung tinggi integritas, keselamatan, lingkungan, dan kepentingan masyarakat dalam setiap pekerjaannya,” jelasnya.
Bagi FAPERTA UMMAT, capaian Karyanik menjadi catatan positif dalam upaya mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi sivitas akademika. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan turut berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, pengabdian, serta pengembangan kelembagaan.
Karyanik berharap kompetensi yang diperolehnya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi institusi dan masyarakat.
“Sebagai bagian dari pimpinan Fakultas Pertanian UMMAT, saya berharap kompetensi ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kelembagaan,” pungkasnya.
Be the first to comment