WARTAPTM.ID, TASIKMALAYA — Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) terus memperkuat komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan International Student Mobility Program 2026: Summer Course Series yang mengusung tema “Sustainable Innovation for Smart Society: Integrating Technology, Education, and Health”.
Kegiatan yang berlangsung pada 28 April hingga 1 Mei 2026 ini digelar di Aula UMTAS dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik lintas negara.
Program ini menjadi implementasi nyata kolaborasi UMTAS dan UniSZA dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta mendorong sinergi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.
Mengusung pendekatan pembelajaran kolaboratif, Summer Course 2026 dirancang untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik internasional, serta penguatan wawasan multidisiplin yang berfokus pada inovasi berkelanjutan.
Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas secara komprehensif. Agenda utama meliputi guest lecture yang menghadirkan akademisi dari UMTAS dan UniSZA, diskusi ilmiah lintas disiplin, serta sesi berbagi pengalaman akademik internasional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan terkait perkembangan riset dan inovasi pada bidang teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Diskusi yang berlangsung secara interaktif juga menjadi ruang pertukaran gagasan dalam merespons berbagai tantangan global menuju terwujudnya masyarakat cerdas (smart society) yang berkelanjutan.
Selain kegiatan akademik, peserta juga terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial masyarakat sekaligus mengimplementasikan nilai kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rektor UMTAS menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.
“International Student Mobility Program bukan sekadar pertukaran akademik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu berkolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia juga berharap kerja sama antara UMTAS dan UniSZA dapat terus berkembang ke arah yang lebih luas, mencakup penelitian bersama, publikasi internasional, hingga pengembangan program akademik kolaboratif.
Sementara itu, Ketua Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) UMTAS, Dr. Aceng Sambas, menegaskan bahwa Summer Course ini menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung agenda internasionalisasi kampus.
“Program ini menciptakan lingkungan pembelajaran global yang memungkinkan mahasiswa belajar dari keberagaman budaya, bertukar ide, serta membangun jejaring internasional yang kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi antara UMTAS dan UniSZA diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai program strategis lainnya, seperti joint research, student exchange, staff mobility, hingga pengembangan pusat riset kolaboratif.
Melalui penyelenggaraan International Student Mobility Program 2026, UMTAS kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global serta menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam mempererat hubungan akademik internasional sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Be the first to comment